اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta khalaqtanī wa anā 'abduka wa anā 'alā 'ahdika wawa'dika mastaṭa'tu, a'ūżu bika min syarri mā ṣana'tu, abū'u laka bini'matika 'alayya wa abū'u biżambī faghfir lī fa'innahū lā yaghfiruż-żunūba illā anta.
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada ilah kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, aku adalah hamba-Mu, aku berada di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampu yang aku bisa. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."
📌 Barangsiapa mengucapkannya dengan penuh keyakinan di pagi hari, lalu meninggal sebelum sore hari, maka ia termasuk penduduk surga. Begitu pula bila dibaca di petang hari. (HR. Bukhari)